• SELAMAT HARI PENDIDIKAN TAHUN 2026

  • VISI DAN MISI

  • PHOTO BERSAMA

  • PHOTO BERSAMA

  • SPMB 2026/2027.

Sabtu, 11 Juli 2026


Silahkan Klik Tautan "FORMAT NILAI KUMER" Berikut Untuk detail Format Nilai Kurikulum Merdeka. dan Penjelasannya. 👌👌


FORMAT NILAI KURIKULUM MERDEKA
FORMAT NILAI KURIKULUM MERDEKA


Berikut adalah penjelasan komprehensif mengenai Materi dan Implementasi Kurikulum Merdeka Sekolah Dasar (SD) untuk Tahun Ajaran 2026/2027:


1. Pembagian Fase Pembelajaran di SD

Kurikulum Merdeka mengelompokkan capaian pembelajaran berdasarkan fase perkembangan peserta didik, bukan tingkat kelas kaku. Untuk jenjang SD dibagi menjadi tiga fase:

FaseTingkat KelasFokus Utama Pembelajaran
Fase AKelas 1 dan 2Literasi dasar, numerasi dasar, serta penguatan karakter dan motorik
Fase BKelas 3 dan 4Penguatan konsep dasar sains & sosial (IPAS), penalaran, serta kemandirian
Fase CKelas 5 dan 6Berpikir kritis, pemecahan masalah kompleks, serta persiapan transisi ke SMP

2. Struktur Kegiatan Pembelajaran

Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka di SD dibagi menjadi tiga komponen utama:

A. Intrakurikuler

Kegiatan belajar mengajar tatap muka untuk menyampaikan muatan mata pelajaran esensial secara mendalam (Deep Learning).

  • Pendidikan Agama dan Budi Pekerti

  • Pendidikan Pancasila

  • Bahasa Indonesia

  • Matematika

  • IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial): Mulai diajarkan pada Fase B (Kelas 3) menggantikan pemisahan IPA dan IPS.

  • PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan)

  • Seni dan Budaya: (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, atau Seni Tari).

  • Bahasa Inggris & Muatan Lokal (Bahasa Daerah / Koding & AI): Diintegrasikan sesuai kesiapan satuan pendidikan.

B. Kokurikuler (P5 / Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila)

Kegiatan berbasis proyek (Project-Based Learning) yang bertujuan menguatkan karakter siswa. Proyek ini tidak terikat pada satu mata pelajaran tertentu, melainkan membahas isu-isu nyata seperti lingkungan, kewirausahaan, kebinekaan, dan kearifan lokal.

C. Ekstrakurikuler

Kegiatan untuk mengasah bakat, minat, dan potensi peserta didik (seperti Pramuka, olah seni, maupun olahraga).


3. Karakteristik & Prinsip Pembelajaran 2026/2027

  • Fokus pada Materi Esensial: Mengurangi kepadatan materi agar guru memiliki cukup waktu untuk menerapkan pembelajaran mendalam (deep learning) yang mencakup tiga prinsip: mindful (berkesadaran), meaningful (bermakna), dan joyful (menggembirakan).

  • Pembelajaran Berdiferensiasi: Guru menyesuaikan metode dan tingkat kesulitan materi berdasarkan gaya belajar, minat, dan tahap kesiapan (readiness) masing-masing siswa.

  • Pengembangan Karakter: Nilai-nilai 6 dimensi Profil Pelajar Pancasila (Beriman & Bertakwa, Berkebinekaan Global, Bergotong Royong, Mandiri, Bernalar Kritis, dan Kreatif) diintegrasikan baik dalam proyek P5 maupun aktivitas harian di sekolah.


4. Perencanaan dan Asesmen (Penilaian)

  • Capaian Pembelajaran (CP) $\rightarrow$ ATP $\rightarrow$ Modul Ajar: Guru merancang Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan Modul Ajar (RPP Plus) berdasarkan Capaian Pembelajaran resmi sesuai fase.

  • Asesmen Formatif: Penilaian berkelanjutan selama proses belajar (misal: observasi, kuis singkat, refleksi, diskusi) untuk memantau kemajuan siswa dan memberikan umpan balik langsung.

  • Asesmen Sumatif: Penilaian pada akhir lingkup materi atau akhir semester/tahun untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa.


Berikut adalah rincian materi, struktur, dan prinsip utama Kurikulum Merdeka SD untuk Tahun Ajaran 2026/2027 berdasarkan kebijakan dan regulasi terbaru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen):


1. Pembagian Fase Pembelajaran di SD

Kurikulum Merdeka mengelompokkan Capaian Pembelajaran (CP) berdasarkan fase perkembangan murid:

FaseTingkat KelasFokus Utama Pembelajaran
Fase AKelas 1 dan 2Literasi dasar, numerasi dasar, pengembangan karakter, serta keterampilan motorik.
Fase BKelas 3 dan 4Penguatan konsep dasar sains & sosial (IPAS), kemampuan penalaran, dan kemandirian.
Fase CKelas 5 dan 6Berpikir kritis, pemecahan masalah kompleks, serta persiapan transisi menuju jenjang SMP.

2. Struktur Kegiatan Pembelajaran

Struktur kurikulum di SD dibagi menjadi tiga komponen utama:

A. Intrakurikuler (Mata Pelajaran Utama)

Kegiatan tatap muka untuk pendalaman materi esensial secara bermakna (Deep Learning):

  • Pendidikan Agama dan Budi Pekerti

  • Pendidikan Pancasila

  • Bahasa Indonesia

  • Matematika

  • IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial): Diajarkan mulai Fase B (Kelas 3).

  • PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan)

  • Seni dan Budaya: Pilihan murid (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, atau Seni Tari).

  • Bahasa Inggris & Muatan Lokal (Bahasa Daerah / Koding & AI): Disesuaikan dengan kesiapan satuan pendidikan (Bahasa Inggris bertahap dipersiapkan menjadi mata pelajaran wajib).

B. Kokurikuler (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila / P5)

  • Pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) interdisipliner untuk menguatkan karakter dan dimensi profil lulusan.

  • Berfokus pada isu-isu nyata seperti lingkungan hidup, kearifan lokal, kebinekaan, dan kewirausahaan.

C. Ekstrakurikuler

  • Kegiatan pengembangan minat dan bakat peserta didik. Satuan pendidikan sekurang-kurangnya menyediakan ekstrakurikuler kepramukaan atau kepanduan lainnya.


3. Prinsip Pembelajaran Baru (Permendikdasmen 2026)

Pembelajaran diarahkan melalui tiga prinsip pendekatan humanis dan berpusat pada murid:

  1. Berkesadaran (Mindful): Murid memahami tujuan belajar, memiliki motivasi intrinsik, dan mampu mengelola strategi belajarnya sendiri.

  2. Bermakna (Meaningful): Materi pembelajaran terhubung dengan kehidupan nyata dan relevan untuk pemecahan masalah sehari-hari.

  3. Menggembirakan (Joyful): Suasana belajar positif, aman, dan ramah yang mendorong partisipasi aktif murid.


4. Perencanaan, Bahan Ajar, dan Asesmen

  • Perencanaan Pembelajaran: Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan Modul Ajar (RPP Plus) mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP) resmi sesuai fase.

  • Asesmen Formatif: Penilaian berkelanjutan selama proses pembelajaran (observasi, refleksi, diskusi, kuis) untuk memberikan umpan balik langsung.

  • Asesmen Sumatif: Penilaian di akhir lingkup materi atau akhir semester/tahun untuk mengukur ketercapaian kompetensi murid (melalui portofolio, penugasan, tes tertulis, atau karya).


Kebijakan Baru Pendidikan 2026/2027

Video ini relevan karena mengulas regulasi dan penyesuaian kebijakan pendidikan terbaru Kemendikdasmen untuk tahun ajaran 2026/2027.


0 comments:

Posting Komentar

A call-to-action text Contact us